Ide Gila Ahok Di Tentang Keras Ketua Umum DPP APKLI

image

Ide Gila Ahok Di Tentang Keras Ketua Umum DPP APKLI

 

Solo Raya News, JAKARTA; Ide gila Ahok di tentang keras Ketua Umum DPP Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI), Ali Mahsun menyebut, niatan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama yang ingin memberdayakan personel TNI sebagai Satpol PP, dinilai ngawur dan konyol.

Keinginan itu bahkan diduga bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004, tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI). Menurut Ali, UU tersebut menggariskan tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan Negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.

"Itu sama saja Ahok (panggilan akrab Gubernur DKI,red) telah melakukan pelecehan terhadap TNI. Untuk itu kita meminta Panglima Jenderal TNI Moeldoko menolak keinginan konyol Ahok itu. Karena TNI tidak boleh dan tidak bisa di bawah perintah Gubernur, Bupati atau Wali kota," katanya.

Dikatakan Ali, masyarakat di seluruh wilayah DKI Jakarta yang juga terdiri dari ratusan PKL bukanlah pengganggu kedaulatan negara. Mereka tidak melakukan makar, dan juga tidak mengancam integrasi bangsa negara Indonesia. Karena itu, APKLI mengecam keras rencana Ahok yang akan menjadikan TNI sebagai Satpol PP.

"Selama ini Satpol PP DKI Jakarta sudah terlalu sering bertindak brutal dan semena-mena tak berperikemusiaan kepada PKL. Kita sangat khawatir Satpol PP akan semakin brutal, semakin menggila kepada PKL jika ada back up dari TNI," katanya.

Ahok sebelumnya mengemukakan usulan memberdayakan personil TNI/Polri menjadi Satpol PP setelah berkunjung ke Mako Brimob Kepala Dua, Depok beberapa waktu lalu. Ia mengaku terkesan dengan disiplin yang ada.

“Saya bilang, untuk apa kita bayar terlalu banyak honorer untuk Satpol PP, Dishub kalau kerjanya juga nggak jelas. Kenapa nggak TNI-Polri. Mereka kalau tidak perang kan kerjanya nggak terlalu banyak, cuma latihan. Kenapa kita nggak kasih dia harian? Biar lebih disiplin," ujarnya.

Menurut Ahok, jika prajurit yang diberdayakan diberi honor Rp 250 ribu/hari, maka ketika bekerja 20 hari sudah mengantongi penghasilan tambahan sebesar Rp 5 juta/bulan. “Dari pada jadi oknum jaga-jaga bar atau keamanan cafe. Belum tentu dibayar segitu mahal. Ini bisa Rp 4 juta atau Rp 5 juta. Lebih baik begitu, kita ada penghematan," ujarnya.

Tue, 21 Apr 2015 @19:20


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

www.solorayanews.com
image

Solo Raya News

0816676507


Inspirasi Kebangkitan Rakyat
Tamu Kami

Kalender

SERBA SAPI MAS JOKO LEMBU
image

Jl. Penjalinan Godegan, Mojolegi, Teras

( Depan PT. Hanil Indonesia )

 

DAFTAR MENU

Tengkleng                  Rp. 15.000,-

Tongseng                   Rp. 15.000,-

Gule                              Rp. 10.000,-

Oseng Oseng Kikil     Rp. 10.000,-

Kare Bayam Sapi        Rp. 8.000,-

Oseng Boncis Daging  Rp. 8.000,-

Sop Iga                          Rp. 15.000,-

Sop Buntut                     Rp. 20.000,-

Copyright © 2018 · All Rights Reserved