BU Bagi Guru Yang BERSERTIFIKAT PENDIDIK (bagian 1)

image

Di awal-awal kemerdekaan republik ini, ada gebrakan dari tokoh pendidikan di era itu, kebetulan beliau juga menjabat sebagai Menteri Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan Indonesia. Beliau adalah Ki Hajar Dewantoro.

Pada masa itu, diterbitkanlah kurikulum SR 1947 yang terdiri dari 15 mata pelajaran. Pada saat itu jenjang pendidikan dibagi sebagai berikut:

  1. Taman Kanak-kanak (TK)
  2. Sekolah Dasar (SD)
  3. Sekolah Menengah Pertama (SMP)
  4. Sekolah Menengah Atas (SMA)
  5. Perguruan Tinggi
  6. Pendidikan Guru

Seiring dengan perkembangan Reformasi 1998 terutama reformasi bidang politik dan pemerintahan, dan tidak ketinggalan pula di bidang pendidikan.

Seakan gayung bersambut, pada tahun 2005 lahirlah apa yang disebut UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Maka resmilah guru menyandang sebagai sebuah profesi. Dalam arti profesi guru seperti profesi yang lain. Seperti Profesi Doktor, Profesi Advokat, Profesi Pengacara, dan lain-lain.

Untuk menyambut kehadiran guru sebagai sebuah profesi dengan tugas utama membangun insan cendekia, maka sejalan dengan tugas mulia itu, pada tahun 2013 diluncurkanlah K-13 atau Kurikulum 2013

Pada K-13 ini diharapkan guru dapat menghasilkan insan cendekia yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif. Melalui penguatan sikap (tahu mengapa), ketrampilan (tahu bagaimana), dan pengetahuan (tahu apa) secara terintegrasi.

Perubahan yang diharapkan dari penerapan K-13, selain untuk memberi jawaban akan permasalahan atau kekurangan pada Kurikuum 2006 adalah terjadinya perubahan ke arah yang lebih baik pada masing-masing entitas pendidikan.

Skema Dampak Pengembangan Kurikulum 2013

 

 

No.

Entitas Pendidikan

Perubahan yang Diharapkan

1

Peserta Didik

Lebih produktif, kreatif, inovatif, efektif.

2

Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Lebih bergairah dalam mengajar

Lebih mudah dalam memenuhi ketentuan 24 jam per minggu

3

Manajemen Satuan Pendidikan

Lebih mengedepankan layanan pembelajaran termasuk bimbingan dan penyuluhan

Antisipasi atas semaraknya variasi kegiatan pembelajaran

4

Negara dan Bangsa

Mengingkatkan reputasi internasional dalam bidang pendidikan

Meningkatkan daya saing

Berkembangnya Peradaban Bangsa

5

Masyarakat Umum

Memperoleh lulusan sekolah yang kompeten

Kebutuhan pendidikan dapat dipenuhi oleh sekolah

Dapat meningkatkan kesejahteraan

 

Melalui model ini maka peserta didik mempunyai kompetensi sikap, ketrampilam dan pengetahuan yang memadai. Siswa akan lebih kreatif, terampil, dan punya pengetahuan yang lebih baik.

Maka untuk membangun insan cendekia diperlukan guru-guru yang punya kemampuan atau keahlian untuk mentransfer ketrampilan dan pengetahuan kepada peserta didik. Sebagaimana kita ketahui, posisi guru sebagai lokomotif pendidikan di Indonesia, menjadi sebuah perspektif positif.

Untuk itu kehadiran BU bagi guru-guru yang mau melanjutkan pendidikan Pasca Sarjana (baik S-2 ataupun S-3) adalah sebuah jembatan emas untuk menyiapkan peserta didik sebagai manusia yang unggul, sesuai program BU. Akan tercipta manusia Indonesia yang unggul iptek maupun imtag-nya. Amien.

 

 

*Ditulis oleh  : Agung Subanto Nugroho

Pekerjaan     : Guru SMK Swasta di Surakarta

Wed, 11 Nov 2015 @19:21


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

www.solorayanews.com
image

Solo Raya News

0816676507


Inspirasi Kebangkitan Rakyat
Tamu Kami

Kalender

SERBA SAPI MAS JOKO LEMBU
image

Jl. Penjalinan Godegan, Mojolegi, Teras

( Depan PT. Hanil Indonesia )

 

DAFTAR MENU

Tengkleng                  Rp. 15.000,-

Tongseng                   Rp. 15.000,-

Gule                              Rp. 10.000,-

Oseng Oseng Kikil     Rp. 10.000,-

Kare Bayam Sapi        Rp. 8.000,-

Oseng Boncis Daging  Rp. 8.000,-

Sop Iga                          Rp. 15.000,-

Sop Buntut                     Rp. 20.000,-

Copyright © 2018 · All Rights Reserved