PT Freeport : Sebelum Tahun 2019 Pemerintah Tak Mempunyai Keinginan Memperpanjang Kontrak

image

Rizal Ramli: Ini Menteri Apa Pegawai Freeport?

Jakarta - Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli kembali bersuara keras soal polemik perpanjangan izin Freeport, dengan mengecam seorang menteri di kabinet yang menurutnya sudah melangkah terlalu jauh mendahului presiden.

"Seorang menteri menulis surat ke Jim Moffett (salah satu pendiri Freeport McMoRan) dan presiden direktur Freeport Indonesia, bahwa kontrak akan diperpanjang karena peraturan akan diubah," kata Rizal di TV One, Selasa (24/11) malam.

"Ini pejabat perusahaan atau pejabat negara Republik Indonesia?" ketus Rizal tanpa menyebutkan nama.

"Nama tak penting, yang kita musuhi adalah perilakunya, bukan orangnya. Kalau orangnya sih kecil."

Menurut Rizal, Presiden Joko Widodo sudah punya kebijakan sendiri yang lebih pro rakyat dalam kasus Freeport ini, demi memastikan agar rakyat Indonesia khususnya di Papua bisa mendapatkan manfaat maksimal.

"Presiden sudah firm (tegas) bahwa pertama Freeport harus membayar royalti lebih tinggi karena selama 48 tahun hanya membayar 1%, sementara perusahaan-perusahaan lain 4-5%. Kami minta Freeport membayar 6-7% sebagai kompensasi pembayaran (yang kecil) sebelumnya," kata Rizal.

"Kedua kami minta diurus limbahnya. Di Amerika sendiri perusahaan-perusahaan tak berani merusak lingkungan, tapi di Indonesia mereka malah seenaknya. Yang ketiga, harus divestasi, tak usah ribut siapa yang dan beli duitnya dari mana, kok sama pemerintah Indonesia nggak bisa?"

Menurut Rizal, kegaduhan dalam polemik perpanjangan izin Freeport ini bukan tidak ada artinya.

"Gara-gara kami ramaikan akhirnya nggak jadi ditandatangani. Kalau nggak kita ributin sudah pada pesta tikusnya hari ini," kata Rizal.

Rizal juga berpesan ke menteri dimaksud, lagi-lagi tanpa menyebutkan nama, untuk menghentikan manuvernya.

"Janganlah dilanjutkan. Hari begini kita tahu orang melakukan apa. Ngono yo ngono ning ojo ngono," ujarnya mengutip ungkapan Bahasa Jawa, yang kurang lebih bermakna untuk tidak berbuat berlebihan melewati pakem.

 

Luhut sebut Sudirman Said aneh karena bongkar kasus Freeport

Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan mengaku bahwa pemerintah tidak akan mempolisikan kasus pencatutan nama yang diduga dilakukan oleh Ketua DPR Setya Novanto dalam kasus perpanjangan kontrak PT Freeport. Luhut justru menyebut Menteri ESDM Sudirman Said aneh karena membongkar kasus tersebut.


"Kami tidak ada waktu melakukan langkah hukum. Menurut kami itu aneh. Mengapa dilaporkan oleh menteri Sudirman, tanya saja dia kenapa dia laporkan itu," kata Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan saat jumpa pers di Kantornya, Jakarta, Kamis (19/11).

Menurut Luhut, pemerintah saat ini sedang fokus penanganan ekonomi, ketimbang melaporkan pencatutan nama Presiden Jokowi. Sebab, pemerintah juga tak mempunyai keinginan memperpanjang kontrak PT Freeport sebelum tahun 2019 mendatang.

"Kami tidak punya atensi atau keinginan negoisasi perpanjangan kontrak sebelum 2019. Anda pegang itu, Presiden tidak mau. Dia selalu katakan, smelter harus jadi, local content harus ada, divestasi harus ada dan pemberdayaan masyarakat harus jalan," kata Luhut.

Nama Luhut sendiri paling banyak disebut dalam transkip yang diduga dilakukan oleh Setya Novanto, Bos Freeport Indonesia dan seorang pengusaha yang disebut berinisial R. Namun Luhut mengaku tidak terganggu dengan pencatutan namanya itu.

"Saya tidak merasa tercemar. Biasa-biasa saja menurut saya. Saya tidak salah," kata Luhut.

Wed, 25 Nov 2015 @01:05


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

www.solorayanews.com
image

Solo Raya News

0816676507


Inspirasi Kebangkitan Rakyat
Tamu Kami

Kalender

SERBA SAPI MAS JOKO LEMBU
image

Jl. Penjalinan Godegan, Mojolegi, Teras

( Depan PT. Hanil Indonesia )

 

DAFTAR MENU

Tengkleng                  Rp. 15.000,-

Tongseng                   Rp. 15.000,-

Gule                              Rp. 10.000,-

Oseng Oseng Kikil     Rp. 10.000,-

Kare Bayam Sapi        Rp. 8.000,-

Oseng Boncis Daging  Rp. 8.000,-

Sop Iga                          Rp. 15.000,-

Sop Buntut                     Rp. 20.000,-

Copyright © 2018 · All Rights Reserved