REVOLUSI MENTAL MENUJU INDONESIA HEBAT

image

Revolusi Mental Menuju Indonesia Hebat

Prof. Dr.  H. Rusgianto Heri Santosa, M.Pd


Wawancara khusus dengan Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta sekaligus Pengurus Dewan Pendidikan DIY: Prof. Dr.  H. Rusgianto Heri Santosa, M.Pd. Yogyakarta, (19/12/2015)

 

Usulan Konkrit Revolusi Mental Menuju Indonesia Hebat, Refleksi untuk Pemimpin Bangsa Indonesia Bapak Presiden Joko Widodo Dan Jusuf Kalla; Setelah sekian lama Bapak berdua memimpin bangsa Indonesaia, menurut pendapat saya belum nampak  tindakan konkrit bangsa Indonesia mengalami REVOLUSI MENTAL menuju Indonesia HEBAT.

Saya secara pribadi sebagai Guru Besar dan salah satu Dosen yang masih aktif di Universitas Negeri Yogyakarta dikarenakan keprihatinan keadaan masyarakat bangsa yang memprihatinkan, mengusulkan tindakan konkrit melalui bidang Pendidikan sebagai bidang pekerjaan penulis suatu bentuk: ”REVOLUSI MENTAL suatu cara untuk menjadikan INDONESIA HEBAT”.

Sedikit saya bercerita; Diawali pada saat saya selaku Pengurus Dewan Pendidikan DIY menghadiri undangan Forum Group Discussion (FGD) dari Balitbang Kemdikbud di Hotel Jayakarta Yogyakarta, pada hari Kamis tanggal 26 Juni 2014 di Hotel Jayakarta, untuk memberikan masukan pada FGD tersebut, dengan tema: “Penelitian  Budaya Sekolah dalam Membentuk Siswa Berprestasi”.

Prestasi siswa Indonesia pada akhirnya adalah menjadi generasi penerus yang berkualitas”. Generasi penerus yang berkualitas inilah yang akan menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang “HEBAT”, seperti yang diinginkan oleh Bpk. Jokowi dan Jusuf Kalla dalam trobosan Revolusi Mental.

Budaya sekolah yang pada akhirnya adalah budaya bangsa Indonesia yang selanjutnya dinamakan budaya Indonesia, sehingga untuk menjadi generasi penerus yang berkualitas, disamping usaha yang keras dari para siswa diperlukan dukungan semua pihak  yang terkait.  Pancasila, dengan lima sila yang terkandung didalamnya merupakan budaya bangsa Indonesia, sila yang pertama adalah Ketuhanan Yang Maha Esa sudah seharusnya sebagai dasar bagi setiap warganegara Indonesia untuk melakukan kegiatan apapun (need of spiritual). Oleh karena itu  merupakan suatu kebutuhan, bukan lagi sebagai kewajiban bagi setiap siswa, mahasiswa maupun pelaku belajar yang lain termasuk di Pondok Pesantren mulai dari TK bahkan Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) sampai para mahasiswa dan pelaku aktifitas belajar yang lain sebelum melakukan kegiatan selalu dimulai dengan doa.

Di dalam ajaran agama Islam khususnya dan agama non Islam disebutkan bahwa: Tuhan Yang Maha Kuasa akan mengabulkan doa, yang dilakukan oleh: a. Orang-orang yang teraniaya, b. Orang-orang yang beriman, c. Berjamaah. Dalam ajaran Islam juga disebutkan bahwa: Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu bangsa, jika bangsa itu tidak berkehendak dan bertindak untuk melakukan kegiatan menuju perubahan itu.

Oleh karena itu pada kesempatan ini saya mengusulkan kepada Bpk. Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Bpk. Jusuf Kala untuk mempertimbangkan agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau justru merupakan Keputusan Presiden yang mewajibkan dalam doa diawal belajar (setiap hari sekolah 1 x) bagi siswa/mahasiswa dan pelaku belajar yang lain termasuk di pesantren pada pertengahan doa harus membaca 4 permohonan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa:

  1. Ya Tuhan Yang Maha Kuasa, dengan kerendahan hati kami memohon agar bangsa Indonesia selalu ENGKAU bimbing agar tetap sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),
  2. Ya Tuhan Yang Maha Kuasa, dengan kerendahan hati kami memohon agar bangsa dan negara Indonesia selalu ENGKAU bimbing untuk menjadi negara maju setara negara-negara maju yang lain,
  3. Ya Tuhan Yang Maha Kuasa, dengan kerendahan hati kami memohon agar bangsa Indonesia selalu ENGKAU bimbing untuk menjadi negara yang disegani oleh negara-negara lain dan bukannya negara yang ditakuti.
  4. Ya Tuhan Yang Maha Kuasa, dengan kerendahan hati kami memohon agar bangsa dan negara Indonesia selalu ENGKAU bimbing untuk menjadi negara yang adil dan makmur yang rakyatnya sejahtera.

Doa akan dilakukan secara berjamaah oleh lebih dari 140 juta siswa, mahasiswa dan pelaku belajar yang lain, dan setiap hari diawal pembelajaran. Banyaknya jamaah doa tersebut berasal dari: 1. Siswa PAUD dan TK, 2. Semua siswa SD dan Madrasah Ibtidaiyah, 3. Semua siswa SMP, MTs. 4. Semua siswa SMA, MA, SMK, 5. Semua mahasiswa dari semua Perguruan Tinggi dan 6. Pelaku belajar dalam bentuk yang lain (pondok pesantren dll.)

Doa yang dilakukan oleh lebih dari 50 % bangsa Indonesia, dan dilakukan setiap hari dalam perilaku berjamaah meskipun ditempat yang berbeda beda merupakan “DAYA BATHIN” yang sangat luar biasa untuk memperoleh bimbingan dari Allah Swt. Apakah bukan merupakan suatu bentuk “REVOLUSI MENTAL BANGSA INDONESIA”? Insya Allah doa tersebut akan dikabulkan Allah Swt. Efek yang lain adalah pembentukan karakter calon generasi penerus Bangsa yang berkualitas. (19/12/2015)

Mon, 21 Dec 2015 @17:43


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

www.solorayanews.com
image

Solo Raya News

0816676507


Inspirasi Kebangkitan Rakyat
Tamu Kami

Kalender

SERBA SAPI MAS JOKO LEMBU
image

Jl. Penjalinan Godegan, Mojolegi, Teras

( Depan PT. Hanil Indonesia )

 

DAFTAR MENU

Tengkleng                  Rp. 15.000,-

Tongseng                   Rp. 15.000,-

Gule                              Rp. 10.000,-

Oseng Oseng Kikil     Rp. 10.000,-

Kare Bayam Sapi        Rp. 8.000,-

Oseng Boncis Daging  Rp. 8.000,-

Sop Iga                          Rp. 15.000,-

Sop Buntut                     Rp. 20.000,-

Copyright © 2018 · All Rights Reserved