BOYOLALI: DPRD Akan Undang BESDM Sikapi Aktifitas Penambangan Liar

image

Boyolali; DPRD Boyolali bakal mengundang Balai Energi Sumberdaya Mineral (BESDM) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) untuk mencari solusi, berkait maraknya penambangan liar di kawasan lereng Merapi.

Ketua DPRD Boyolali, S Paryanto mengatakan, pihaknya sudah menerima rekomendasi dari Komisi III terkait Sidak lokasi penambangan liar yang telah dilakukan. Hasil tersebut kemudian juga sudah dibahas di tingkat Muspida.

“Rekomendasinya kami akan mengundang BESDM untuk duduk bersama mencari solusi harus bagaimana,” ungkap Paryanto, Selasa (23/2/2016).

Dijelaskan, sesuai dengan regulasi yang baru, perizinan pertambangan tidak lagi berada di daerah melainkan di provinsi. Sementara bupati hanya berwewenang memberikan rekomendasi perizinan.

Pihaknya menyayangkan, selama ini belum pernah memberikan rekomendasi apapun atau ke siapapun. Jajaran DPRD juga sudah antisipasi agar tidak ada penambangan di kawasan lereng Merapi. Namun faktanya, aktifitas penambangan makin marak.

“Para penambang itu ngakunya sudah pegang izin dari Provinsi,” katanya.

Paryanto menambahkan, dampak maraknya penambangan liar yang paling merasakan adalah daerah, terutama kerusakan pada infrastruktur jalan.

“Segera akan kami undang BESDM supaya mereka tahu imbas luar biasa yang ditanggung Boyolali,” katanya.

Dijelaskannya, pihaknya tidak melarang adanya aktivitas pertambangan, terutama karena kewenangan perizinan berada di provinsi. Hanya saja pihaknya menghendaki pertambangan di Boyolali harus berdasarkan regulasi dan tidak liar.

Dengan mengacu pada regulasi, diharapkan pengelola tambang juga wajib memenuhi kewajibannya. Untuk itu, perlu adanya komitmen yang pasti dari pengelola pertambangan. Saat ini yang terjadi, penambangan di kawasan lereng Merapi menurut Paryanto, tidak ada yang berizin. Kalaupun ada, sebagian baru mengajukan namun belum terbit izin tapi sudah beraktivitas.

Maraknya aktivitas pertambangan yang berjalan saat ini banyak yang ilegal atau liar, selain kerusakan infrastruktur, juga menimbulkan kerusakan lingkungan, karena tidak adanya jaminan reklamasi. Di sisi lain, daerah juga tidak memiliki kewenangan menindak penambangan liar tersebut.

Sebelumnya, hasil inventarisir sementara yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum Energi Sumber Daya Mineral (DPU ESDM) Boyolali, belasan lokasi penambangan yang mayoritas berada di kawasang lereng Merapi merupakan ilegal.

Kasi Sumber Daya Mineral DPU ESDM Boyolali, M Mustajab, hasil pendataan sampai tanggal 15 Februari kemarin, terdapat 15 lokasi penambangan yang ilegal dan murni ilegal. Ilegal murni ytang dimaksud yakni aktivitas penambangan yang tanpa dilengkapi satu pun persyaratan perizinan.

Sat, 27 Feb 2016 @02:25


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

www.solorayanews.com
image

Solo Raya News

0816676507


Inspirasi Kebangkitan Rakyat
Tamu Kami

Kalender

SERBA SAPI MAS JOKO LEMBU
image

Jl. Penjalinan Godegan, Mojolegi, Teras

( Depan PT. Hanil Indonesia )

 

DAFTAR MENU

Tengkleng                  Rp. 15.000,-

Tongseng                   Rp. 15.000,-

Gule                              Rp. 10.000,-

Oseng Oseng Kikil     Rp. 10.000,-

Kare Bayam Sapi        Rp. 8.000,-

Oseng Boncis Daging  Rp. 8.000,-

Sop Iga                          Rp. 15.000,-

Sop Buntut                     Rp. 20.000,-

Copyright © 2018 · All Rights Reserved