Ribuan Petani Jambi Akan Berjalan Kaki ke Jakarta

image

Sedikitnya 1000-an petani dari Jambi, yang meliputi warga Suku Anak Dalam (SAD) 113, petani dusun Mekar Jaya (Sarolangun), petani Kunangan Jaya I dan II (Batanghari), dan perwakilan petani Tanjung Jabung Timur, akan menggelar aksi jalan kaki ke Ibukota Republik Indonesia, Jakarta.

“Tanggal 16 Maret kita gelar aksi di kantor Gubernur Jambi. Lalu, tanggal 17 Maret kami start aksi jalan kaki ke Jakarta,” kata Ketua Serikat Tani Nasional (STN) Jambi, Utut Adianto, di Jambi, Jumat (11/3/2016).

Di Jakarta, lanjut Utut, para petani akan mendatangi sejumlah kantor Kementerian dan lembaga negara, seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, DPR RI, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Kementerian Dalam Negeri, dan Istana Negara.

“Di Istana Negara, kami akan meminta Presiden Jokowi untuk segera menyatakan darurat agraria dan segera membentuk Dewan Nasional atau Komite Nasional penyelesaian konflik agraria dengan mengacu pada pasal 33 UUD 1945,” ungkap Utut.

Selain itu, kata Utut, petani akan menuntut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI untuk segera merealisasikan SK Pencadangan HTR di Dusun Kunangan Jaya II Kabupaten Batanghari seluas 4.587 Ha sesuai surat usulan/rekomendasi Bupati Batanghari nomor 522/438/Dishut tanggal 10 Desember 2014.

Juga SK pencadangan HTR untuk Dusun IV Mekar Jaya, Desa Sungai Butang dan sekitarnya dalam wilayah Kecamatan Mandiangin Kabupaten Sarolangun seluas 13.887 Ha sesuai dengan surat usulan/rekomendasi Bupati Sarolangun Nomor 522/719/PKBHKA/Disbunhut/2014 tanggal 22 Oktober 2014.

Petani juga akan menuntut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI untuk segera merealisasikan HTR di Dusun Kunangan Jaya II Kabupaten Batanghari seluas ± 2.300 Ha dan di RT 20, RT 21, RT 37 RT 38 Dusun Kunangan Jaya I Kabupaten Batanghari seluas 2009 Ha sesuai dengan surat Menteri Kehutanan RI nomor S.92/VI/BUHT/2013 tanggal 30 Januari 2013.

Tuntutan lainnya adalah menuntut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI untuk meninjau ulang SK Penetapan Taman Nasional Berbak dengan mengembalikan tanah dan perkampungan warga yang diserobot oleh Taman Nasional Berbak sesuai dengan surat rekomendasi Bupati Tanjung Jabung Timur.

Sementara itu, terkait konflik agraria yang melilit warga SAD sejak tahun 1980-an, para petani akan menuntut pengembalian tanah ulayat SAD 113 seluas 3550 ha.

Sun, 13 Mar 2016 @17:28


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

www.solorayanews.com
image

Solo Raya News

0816676507


Inspirasi Kebangkitan Rakyat
Tamu Kami

Kalender

SERBA SAPI MAS JOKO LEMBU
image

Jl. Penjalinan Godegan, Mojolegi, Teras

( Depan PT. Hanil Indonesia )

 

DAFTAR MENU

Tengkleng                  Rp. 15.000,-

Tongseng                   Rp. 15.000,-

Gule                              Rp. 10.000,-

Oseng Oseng Kikil     Rp. 10.000,-

Kare Bayam Sapi        Rp. 8.000,-

Oseng Boncis Daging  Rp. 8.000,-

Sop Iga                          Rp. 15.000,-

Sop Buntut                     Rp. 20.000,-

Copyright © 2018 · All Rights Reserved