DISNAKKAN BOYOLALI : PEMDA Glontorkan Dana Kepada BUMD Guna Membeli Susu

image

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan kabupeten Boyolali Bp. Bambang Jianto


BOYOLALI: Boyolali adalah sebuah kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Tengah dan dikenal dengan sebutan kota susu, karena merupakan sentra peternakan sapi perah terbesar di Jawa Tengah dan komoditas susu sapinya mampu mengharumkan Kabupaten Boyolali di tingkat Nasional.

Sebagian besar wilayah Boyolali merupakan dataran tinggi yang memiliki hawa sejuk sehingga cocok untuk dijadikan tempat budidaya sapi perah. Selain itu ketersediaan pakan hijau yang melimpah juga sumber air bersih membuat Boyolali sangat pas untuk di jadikan sentra peternakan sapi perah.

Sentra peternakan sapi perah di Boyolali saat ini hanya dipusatkan di kecamatan Musuk, Cepogo, dan Ampel. Beberapa tahun yang lalu sentra peternakan sapi perah di kabupaten Boyolali selain 3 (tiga) kecamatan tersebut, ada beberapa kecamatan penghasil susu antara lain kecamatan Teras, Mojosongo dan Kecamatan Kota. Namun saat ini para peternak beralih kepada sapi pedaging, hal ini dikarenakan harga susu di kabupaten Boyolali sangat rendah berkisar 4.000 – 4.500/ liter.

Menurut Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan kabupeten Boyolali Bp. Bambang Jianto kepada wartawan Harian Pelita, beberapa upaya yang dilakukan oleh Pemerintah daerah Boyolali  salah satunya melalui BUMD Persusuan, pemerintah daerah sudah menggelontorkan dana kepada BUMD untuk membeli susu dari petani, sehingga kenaikan harga susu bias dinikmati oleh petani, bukan tengkulak/peloper.

Program yang dilakukan oleh Pemerintah Boyolali ini diharapkan bias terlaksana pada tahun 2017 ini dan dapat meningkatkan kesejahteraan petani pada khususnya peternak susu, karena BUMD bias menjadi satu – satunya penghubung antara peternak penghasil susu dengan konsumen ataupun dengan pabrik pengolah susu, kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan kabupeten Boyolali Bp. Bambang Jianto kepada wartawan Harian Pelita di Boyolali, senin (13/02)

Bapak Bambang Jianto juga menyampaikan bahwa “Dalam waktu dekat pemerintah pusat dalam hal ini adalah Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Bapak  I Ketut Diamirta M.P, dalam kunjungan dinasnya ke Kabupaten Boyolali Beberapa waktu yang lalu, akan mengeluarkan keputusan Harga Standar Minimal Susu senilai Rp. 6.000/ liter, dengan persyaratan kualitas susu harus baik”

 Produk turunan dari hasil susu sapi Boyolali itu juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan keju sehingga memiliki nilai jual. Selain itu juga produk keju tersebut dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan kue atau dodol susu khas Boyolali. Potensi susu sapi Boyolali ini memiliki prospek yang cerah untuk terus dikembangkan mengingat saat ini pemerintah ingin meningkatkan konsumsi susu per kapita masyarakat Indonesia. YM. Hanafi (ck- 278)

Mon, 13 Feb 2017 @19:32
Tags: boyolali


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

www.solorayanews.com
image

Solo Raya News

0816676507


Inspirasi Kebangkitan Rakyat
Tamu Kami

Kalender

SERBA SAPI MAS JOKO LEMBU
image

Jl. Penjalinan Godegan, Mojolegi, Teras

( Depan PT. Hanil Indonesia )

 

DAFTAR MENU

Tengkleng                  Rp. 15.000,-

Tongseng                   Rp. 15.000,-

Gule                              Rp. 10.000,-

Oseng Oseng Kikil     Rp. 10.000,-

Kare Bayam Sapi        Rp. 8.000,-

Oseng Boncis Daging  Rp. 8.000,-

Sop Iga                          Rp. 15.000,-

Sop Buntut                     Rp. 20.000,-

Copyright © 2018 · All Rights Reserved