BATANG: Pasangan Bupati & Wakil Bupati Terpilih Wihaji-Suyono Tegaskan Komitmen Pro Investasi

image

 

BATANG: Pasangan Bupati & Wakil Bupati Terpilih Wihaji-Suyono Tegaskan Komitmen Pro Investasi


BATANG – Kabupaten Batang diyakini akan tumbuh sebagai daerah dengan pertumbuhan investasi yang pesat. Karena itu, Calon Bupati dan Wakil Bupati Batang terpilih, Wihaji-Suyono, menyambut dan mengelola peluang masa depan itu agar menjadi berkah bagi masyarakat lokal.
“Ini soal visi bagaimana menangkap peluang di masa depan. Investasi itu bisa dan harus jadi penggerak kemajuan. Tugas kami nanti adalah memastikan bagaimana orang datang dan uangnya berputar di Batang, bukan di tempat lain,” ungkap Wihaji, baru-baru ini.
Beberapa bulan berinteraksi dengan masyarakat Batang dari berbagai kalangan, Wihaji menyimpulkan adanya keprihatinan. Banyak proyek investasi besar di Batang, seperti PLTU yang bernilai puluhan triliun, lalu menyusul tol trans Jawa dan pelabuhan niaga. Tetapi sejauh itu pula, belum banyak dampak ekonomi yang dirasakan warganya.
“Banyak yang bilang, kita selalu kalah langkah dari Pekalongan. Kita masih meributkan soal pembebasan lahan, di Pekalongan sudah berdiri banyak hotel dan pusat perbelanjaan. Jadi, banyak uang yang mengalir ke Pekalongan. Kalau investasinya di Batang, maka uangnya juga sebisa mungkin berputar di Batang, sehingga daerah ini bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru,” terang tokoh muda yang pernah menjadi peneliti di Divisi Pemberdayaan Ekonomi Sosial Masyarakat LP3S itu.
Menurut Wihaji, dalam beberapa tahun terakhir ada kecenderungan pergeseran investasi dari barat ke timur. Batang menurutnya memiliki segala potensi yang dibutuhkan untuk menarik investor. Sebagai proyek ketenagalistrikan terbesar di Asia Tenggara, PLTU menurutnya harus dijadikan isu yang mengundang investasi.
“Batang punya modal energi listrik yang sangat dibutuhkan investor, juga sumber daya alam dan sumber daya manusia yang memadai, tinggal nanti pelabuhannya. Jalan Sigandu-Ujungnegoro misalnya, ini peluang tumbuhnya perhotelan karena viewnya langsung pantai. Tinggal tata ruangnya dilihat, masyarakat diajak, dan sebagainya,” ujarnya.

 


DAYA DUKUNG
Ditanya terkait programnya menyambut megaproyek PLTU, Wihaji menyampaikan empat hal yang harus dikelola dari investasi lebih dari Rp 40 triliun itu. Pertama, prosesnya harus melibatkan lokal. Kedua, pekerjanya harus orang Batang. ketiga, kemanfaatan energinya. Keempat, PLTU bisa dikelola jadi destinasi wisata teknologi.
“PLTU ini kami yakini proyek yang digarap secara professional, maka yang terpenting adalah bagaimana efek multypliernya merembas ke masyarakat Batang. ini proyek high technology yang sangat canggih, sekolah-sekolah, kampus bisa diundang ke sini untuk berwisata teknologi. Kembali ke visi awal, orang datang dan uangnya berputar di Batang,” ucapnya.
Bersama Suyono, Wihaji menyatakan komitmennya untuk mendorong kebijakan yang pro investasi. Sejauh tak melanggar aturan dan tata ruang, investasi bisa pendorong efektif bagi petumbuhan ekonomi di Batang. “Yang penting, masyarakat senang, lingkungan terjaga, maka pementah tinggal mendukung. Kedua, untuk menarik investasi juga harus ada daya dukung lokal, pemerintah dan masyarakat yang ramah investasi,” kata Wasekjen PP Ansor itu.
Lanjut Wihaji, untuk berinvestasi, pengusaha selalu menuntut kenyamanan. Jika situasi tak kondusif, terlalu banyak yang ngrusuhi, investor akan pergi. Kedua, daya dukung infrastruktur juga penting. Kalau kondisi jalan bagus, investasi akan jalan. Ketiga, sistem perijinan juga harus memudahkan.
“Kebijakan tata ruang karenanya menjadi salah satu kunci penting, bagaimana menata peruntukan wilayah secara tepat dan memberi tempat ke investasi, entah itu inudstri, perhotelan, maupun wisata,” sambungnya.
Sementara Suyono menekankan pentingnya komunikasi yang efektif antara pemerintah dengan masyarakat guna mendukung kebijakan pro investasi. Mantan anggota DPRD Batang yang pernah dilibatkan dalam menangani konflik di wilayah terdampak PLTU itu menilai banyak proyek besar yang tersendat karena kegagalan komunikasi dengan masyarakat.
“Saya sering sampaikan ke warga, kalau ada pengusaha datang dan ingin membeli tanah warga, jangan ditolak. Justru minta duduk bersama, ajak ngobrol, karena soal harga bisa dinegosiasikan. Kehangatan komunikasi ini dibutuhkan agar masyarakat juga nyaman dan memahami situasi secara baik,” ungkapnya.

Thu, 2 Mar 2017 @13:10
Tags: batang


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

www.solorayanews.com
image

Solo Raya News

0816676507


Inspirasi Kebangkitan Rakyat
Tamu Kami

Kalender

SERBA SAPI MAS JOKO LEMBU
image

Jl. Penjalinan Godegan, Mojolegi, Teras

( Depan PT. Hanil Indonesia )

 

DAFTAR MENU

Tengkleng                  Rp. 15.000,-

Tongseng                   Rp. 15.000,-

Gule                              Rp. 10.000,-

Oseng Oseng Kikil     Rp. 10.000,-

Kare Bayam Sapi        Rp. 8.000,-

Oseng Boncis Daging  Rp. 8.000,-

Sop Iga                          Rp. 15.000,-

Sop Buntut                     Rp. 20.000,-

Copyright © 2018 · All Rights Reserved