Dugaan Korupsi E-KTP: Disepakati 2,558 Triliun Dibagikan

image

Berkas kasus korupsi e-KTP; SEJUMLAH Jaksa Penuntut Umum KPK membawa berkas perkara kasus dugaan korupsi proyek E-KTP ke dalam gedung pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu 1 Maret 2017. Berkas perkara kasus E-KTP dengan total 24 ribu halaman tersebut milik dua tersangka mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman dan mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Kemendagri Sugiharto.

 

 

 

JAKARTA, (PR).- Selain menyebut sejumlah nama pejabat tinggi yang terlibat kasus korupsi e-KTP, Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) juga mengungkap fakta lain dalam dakwaan yang dibacakan saat sidang perdana korupsi pengadaan e-KTP tahun 2011-2012 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis 9 Maret 2017.


Menurut Jaksa KPK, pada Februari 2010, setelah rapat pembahasan anggaran, Andi Agustinus alias Andi Narogong, pengusaha rekanan Kemendagri yang mengurusi proyek e-KTP, mulai secara aktif menemui mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman untuk menindaklanjuti kesepakatan pemberian uang yang telah disepakati oleh Andi, Irman, dan anggota Komisi II DPR yang menyarankan pemberian itu agar usulan Kemendagri segera disepakati. Irman juga mengarahkan Andi agar berkoordinasi dengan Sugiharto selaku anak buahnya.


Bukan hanya itu, Andi dan Irman juga bersepakat menemui Setya Novanto yang saat itu menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR. Tujuan keduanya adalah agar Setya Novanto memastikan Fraksi Partai Golkar mendukung anggaran proyek e-KTP itu.


"Menindaklanjuti kesepakatan itu, beberapa hari kemudian, di Hotel Gran Melia, Jakarta, para terdakwa bersama-sama dengan Andi Narogong dan Diah Anggraini melakukan pertemuan dengan Setya Novanto. Dalam pertemuan itu, Setya Novanto menyatakan dukungannya dalam pembahasan anggaran proyek penerapan KTP berbasis NIK secara nasional," ucap jaksa KPK.


Kemudian, Irman dan Andi kembali menemui Setya Novanto di ruang kerjanya di lantai 12 gedung DPR. Dalam pertemuan itu, Setya Novanto mengaku akan mengondisikan pimpinan fraksi lainnya. 


"Atas pernyataan tersebut, Setya Novanto mengatakan bahwa ia akan mengkoordinasikan dengan pimpinan fraksi lainnya," ujar jaksa KPK.


Selain Setya Novanto, pada bulan Juli-Agustus 2010, saat DPR mulai melakukan pembahasan RAPBN Tahun 2011, Andi mulai lebih intens bertemu dengan Anas Urbaningrum dan Muhammad Nazaruddin. Pembahasan anggaran itu pun mencapai konklusi dengan menggunakan uang negara sebesar Rp 5,9 triliun.


"Andi Agustinus alias Andi Narogong beberapa kali melakukan pertemuan dengan beberapa anggota DPR, khususnya Setya Novanto, Anas Urbaningrum, dan Muhammad Nazaruddin karena anggota DPR tersebut dianggap sebagai representasi Partai Demokrat dan Partai Golkar yang dapat mendorong Komisi II DPR menyetujui anggaran proyek penerapan KTP berbasis NIK secara nasional," ucap jaksa KPK.


Setelah melakukan beberapa kali pertemuan, mereka bersepakat DPR akan menyetujui anggaran sekitar Rp 5,9 triliun dengan pengawalan dari Partai Golkar dan Partai Demokrat dalam pembahasannya. Untuk itu, Andi Agustinus alias Andi Narogong memberikan uang kepada beberapa anggota DPR dan pejabat Kemendagri.


Adapun kesepakatan yang dijalin menyebut sebesar 51 persen atau Rp 2,662 triliun dipergunakan untuk belanja modal atau belanja riil pembiayaan proyek sedangkan sisanya sebesar 49 persen atau sejumlah Rp 2,558 triliun akan dibagi-bagikan kepada sejumlah pihak.


Beberapa pejabat Kemendagri termasuk para terdakwa sebesar 7 persen atau sejumlah Rp 365.400.000.000, Anggota Komisi II DPR sebesar 5 persen atau sejumlah Rp 261.000.000.000, Setya Novanto dan Andi Narogong sebesar 11 persen atau sejumlah Rp 574.200.000.000, Anas Urbaningrum dan Muhammad Nazaruddin sebesar 11 persen atau sejumlah Rp 574.200.000.000, dan keuntungan pelaksana pekerjaan atau rekanan sebesar 15 persen atau sejumlah Rp 783.000.000.000.***

Fri, 10 Mar 2017 @06:26
Tags: korupsi


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

www.solorayanews.com
image

Solo Raya News

0816676507


Inspirasi Kebangkitan Rakyat
Tamu Kami

Kalender

SERBA SAPI MAS JOKO LEMBU
image

Jl. Penjalinan Godegan, Mojolegi, Teras

( Depan PT. Hanil Indonesia )

 

DAFTAR MENU

Tengkleng                  Rp. 15.000,-

Tongseng                   Rp. 15.000,-

Gule                              Rp. 10.000,-

Oseng Oseng Kikil     Rp. 10.000,-

Kare Bayam Sapi        Rp. 8.000,-

Oseng Boncis Daging  Rp. 8.000,-

Sop Iga                          Rp. 15.000,-

Sop Buntut                     Rp. 20.000,-

Copyright © 2018 · All Rights Reserved