Badko HMI Jateng/DIY: Pudarnya Cinta Tanah Air Sebabkan Konflik Horisontal

image

Seminar di Hotel New Merdeka dengan beberapa fokus materi, diantaranya "politik identitas: agama dan etnisitas dalam dinamika politik di jawa tengah"


PATI, JAWA TENGAH; Semakin pudarnya rasa cinta terhadap tanah air bisa membuat menurunnya solidaritas sosial antar sesama sehingga kerawanan bisa terjadi di negara ini. Permasalahannya adalah sekelompok orang yang cenderung menonjolkan identitas sosial yang mengalahkan persatuan kebangsaan, hal inilah yang menjadi keresahan umum karena menimbulkan konflik horizontal sehingga kesejahteraan umum bisa terhambat. 
Menurut Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pati Sudartomo, saat ini yang paling mengkhawatirkan adalah pergeseran terhadap nilai-nilai etika dalam kehidupan berbangsa dan negara yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat dewasa ini. Penghargaan terhadap nilai budaya dan bahasa, nilai solidaritas sosial, musyawarah mufakat yang merupakan bagian dari rasa cinta tanah air semakin menghilang digantikan serangkaian tindakan yang hanya mengandalkan kepentingan kelompok semata
Padahal, kecintaan terhadap rasa tanah air merupakan fondasi dari nilai kebhinekaan yang merupakan rahmat Tuhan YME sebagai bagian dari falsafah kekayaan bangsa, sehingga merupakan warisan yang berharga bagi generasi mendatang
“Sejarah telah menunjukan bahwa suku-suku bangsa yg mendiami wilayah nusantara ini dengan keanekaragaman budayanya  sejak dulu sudah saling berhubungan dan berinteraksi,” kata Sudartomo dalam sambutannya di Seminar Pemeliharaan Hubungan Etnisitas dengan negara (20/05/2017)
Karena itulah langkah utama yang perlu ditempuh dalam rangka membangun kehidupan baru bagi bangsa Indonesia di masa depan adalah menggunakan salah satu asas dalam konsepsi kemandirian lokal, yaitu pendekatan kebudayaan sebagai bagian utama dari strategi pembangunan masyarakat dan bangsa indonesia.
Senada dengan Sudartomo, Ketua Umum Badko HMI Jateng-DIY Husnul Mudhom menambahkan sebagai generasi muda, banyak sekali tantangan yang harus diselesaikan untuk bisa kembali mempersatukan bangsa, karena itu pemuda harus memahami permasalahan yang terjadi secara utuh kemudian secara cepat dan tepat menemukan solusinya
Untuk bisa memahami permasalahan secara utuh yang diperlukan adalah wawasan akan khasanah ilmu pengetahuan, dengan begitu pemuda bisa menjadi tameng dari gerakan hoax yang saat ini mendera masyarakat. Dirinya mengakui bahwa hoax adalah salah satu penyebab utama kerawanan sosial, karena itu dirinya mengajak pemuda untuk mau meluangkan waktu minimal satu jam perhari untuk membaca daripada menghabiskan waktu lima detik untuk menekan tombol ‘share’ di media sosial
“Sejarah bangsa Indonesia dibangun atas pemikiran pemuda dari suku dan agama yang berbeda, mereka adalah para founding father yang mempunyai keilmuan luas,” tukasnya
Husnul berharap bahwa perkembangan teknologi di Indonesia bukan dijadikan sebagai sarana untuk menyebar berita hoax, tetapi lebih sebagai pengejawantahan sarana ilmu pengetahuan sehingga makin memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa
Acara Seminar yang mengambil tema besar Pemeliharaan Hubungan Etnisitas dengan Negara berlangsung dua hari di Hotel New Merdeka dengan beberapa fokus materi, diantaranya "politik identitas: agama dan etnisitas dalam dinamika politik di jawa tengah" Acara tersebut dihadiri oleh 100 orang mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Pati dan beberapa daerah di sekitarnya.

Wed, 24 May 2017 @02:27
Tags: hmi


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

www.solorayanews.com
image

Solo Raya News

0816676507


Inspirasi Kebangkitan Rakyat
Tamu Kami

Kalender

SERBA SAPI MAS JOKO LEMBU
image

Jl. Penjalinan Godegan, Mojolegi, Teras

( Depan PT. Hanil Indonesia )

 

DAFTAR MENU

Tengkleng                  Rp. 15.000,-

Tongseng                   Rp. 15.000,-

Gule                              Rp. 10.000,-

Oseng Oseng Kikil     Rp. 10.000,-

Kare Bayam Sapi        Rp. 8.000,-

Oseng Boncis Daging  Rp. 8.000,-

Sop Iga                          Rp. 15.000,-

Sop Buntut                     Rp. 20.000,-

Copyright © 2018 · All Rights Reserved