APKLI Magetan Bersama NIken Larasati Membaur dan Berbagi dengan Pedagang Pasar Baru

image

Niken Larasati Kerudung Hijau, Kaniran Efendi Wasekjend DPP APKLI, dan Pengurus DPD APKLI Magetan Bersama Pedagang Pasar Baru Magetan. (FOTO.ISTIMEWA)

 

MAGETAN, JAWA TIMUR; Tokoh Masyarakat Kabupaten Magetan , Jawa Timur  Niken Larasati menghadiri undangan Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Kabupatrn Magetan bersama pedagang pasar, tukang ojek dan tukang becak di pasar baru  Magetan.


Indikator majunya sebuah daerah dapat dilihat dari tingkat perekonomian masyarakat setempat. Adalah mustahil jika daerah dikatakan maju & berhasil jika sebagian masyarakat masih belum sejahtera.

 

Niken Larasati , mendengarkan keluh kesah pedagang Pasar Baru, dan tukang ojek maupun  tukang becak, seperti permintaan lahan pakir mereka mengeluhkan lahan pakir yang tidak tertata dengan rapi.


Satu persatu para pedagang maupun tukang ojek dan becak mengutarakan keluhan mereka masing-masing. Niken menuturkan mereka menginginkan adanya lahan parkir yang memadai khususnya untuk trasportasi bus, lanjutnya  karena sebenarnya Pasar baru merupakan pasar wisata yang ada di kabupaten Magetan.


Saat ini Magetan di kenal sebagai Kota Wisata. Secara teori, kita akan lebih mudah memanfaatkan peluang bisnis yang berhubungan dengan sektor tersebut. Kemarin saya diundang untuk acara dialog ringan dengan Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Kabupaten Magetan,  serta beberapa pelaku bisnis di Pasar Baru Magetan. Mereka bercerita panjang lebar tentang rutinitas & keluh kesah. Dan dari cerita tersebut meyakinkan saya bahwa ternyata teori tersebut tidak sepenuhnya benar.


Pasar belum dilakukan secara maksimal oleh pemerintah selaku penyelenggara negara yang mengemban amanah rakyat. Mengingat pasar baru merupakan pasar wisata, tentu harus dikelola dgn baik, sehingga pasar sebagai ruang ekonomi kerakyatan bisa tumbuh dgn baik pula.


Misal seperti yang dikeluhkan tadi, ketiadaan lahan parkir bus salah satu persoalan.


Masih kata Niken, keluhan lain adalah dari perwakilan tukang becak, mereka  menginginkan becak diganti dengan mesin motor atau yang di sebut Bentor. Karena di kota-kota lain sudah memakai tenaga bentor sedangkan di Magetan belum di perbolehkan memakai bentor,  padahal kondisi jalan yang naik turun karena mungkin masih ada ketidak sejalanan dengan para supir angkot. Bagaimana caranya supaya ada komunikasi yang baik atau pembagian rute antara tukang becak dan sopir angkot.


“Saya butuh sekali masukan dari mereka dan harapan saya jika masyarakat Magetan memberikan kepercayan kepada saya , saya ingin merealisasikan keluhan-keluhan dan keinginan dari perwakilan pedagang kaki lima,” terang Niken putra daerah asal Plaosan.


Kerjasama masyarakat dengan pemerintah menjadi penting dalam kemajuan suatu daerah, sudah bukan jamannya ada jarak antara pemerintah dengan rakyat.


Usai acara pertemuan dengan sejumnlah para pedagang, Niken Larasati bersama rombongannya mengadakan pembangian tazil bersama sejumlah anak generasi muda Magetan. Pembagian tajil diadakan di selatan pasar baru persisnya di pertigaan lampu.


Pembagian yang dilakukan rombongan Niken dan generasi muda   Magetan sangat terbilang sopan , karena saat memberikan ta’jil kepada para pengendara harus menunggu lampu merah, berharap tidak menganggu perjalanan penguna jalan.”Alhamdulilah hari  dibulan puasa ini kami bisa berbagi dengan sejumlah pedagang, tukang ojek, dan tukang becak serta masyarakat Magetan , dan berharap dibalik dibulan suci ramadhan banyak manfaatnya untuk kehidupan bersama,”pungkasnya.


Ada hal menarik yang saya dapat dari kegiatan tersebut. Seperti kita ketahui bersama, di Pasar Baru Magetan kita dapat menjumpai berbagai produk khas Magetan. Mulai dari tas, sepatu, jaket kulit dll. Mereka mengeluhkan sepinya pengunjung, yang secara tidak langsung berdampak pada perekonomian keluarga mereka. Mereka beranggapan tidak disediakannya lahan parkir yang memadai di area pasar tersebut,  membuat wisatawan enggan berkunjung ke Pasar Baru Magetan dan memilih berkunjung di Pusat Perdagangan Khas Magetan lainnya.


Pada dasarkan hal tersebut diatas, Pemerintah harus peka dan berinovasi untuk mendapatkan solusi terbaik sehingga sektor perdagangan di industri pariwisata dapat merata dan tidak tertumpu hanya kepada satu destinasi saja.


Thu, 15 Jun 2017 @14:05
Tags: apkli


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

www.solorayanews.com
image

Solo Raya News

0816676507


Inspirasi Kebangkitan Rakyat
Tamu Kami

Kalender

SERBA SAPI MAS JOKO LEMBU
image

Jl. Penjalinan Godegan, Mojolegi, Teras

( Depan PT. Hanil Indonesia )

 

DAFTAR MENU

Tengkleng                  Rp. 15.000,-

Tongseng                   Rp. 15.000,-

Gule                              Rp. 10.000,-

Oseng Oseng Kikil     Rp. 10.000,-

Kare Bayam Sapi        Rp. 8.000,-

Oseng Boncis Daging  Rp. 8.000,-

Sop Iga                          Rp. 15.000,-

Sop Buntut                     Rp. 20.000,-

Copyright © 2018 · All Rights Reserved