Dokter ALI Ajak HMI Kembali Ke Khitah 1947 Rebut Kembali Kedaulatan Indonesia

image

SURABAYA, JAWA TIMUR: Nasional Talkshow dan Workshop bertajuk Sejuta Berdaya Menuju Surabaya Sejahtera, di Aula BAPPEKO, Kota Surabaya, Jawa Timur (Sabtu, 09 September 2017) di hadiri Ratusan Kader HMI, aktivis Mahasiswa dan Masyarakat Umum, yang diselenggarakan oleh Pengurus HMI Cabang Surabaya, Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah bekerjasama dengan Pemerintah Kota Surabaya, Badan Perencanaan Pembangunan Kota.

 

Pemimpin Besar Revolusi Kaki Lima Indonesia, dr. Ali Mahsun, M. Biomed Ketua Umum DPP APKLI, Presiden PKL Indonesia sebagai salah satu narasumber dalam paparanya menjelaskan dan megaskan: "Sebagai alumni HMI, sebagai mantan Ketua Umum Bakornas LKMI PBHMI 1995-1998, hari ini, saya bersyukur dan bangga karena HMI Cabang Surabaya berkenan memberikan konstribusi, paling tidak membahas ekonomi kerakyatan dibalik keprihatinan saya saksikan HMI dan KAHMI hari ini yang tidak berperan banyak karena negara kita dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan. Sejuta Berdaya menuju Surabaya Sejahtera harus dikritisi oleh HMI Cabang Surabaya, apakah betul untuk rakyat atau memperlebar karpet merah kongsi multinasional kapitalis asing di Jawa Timur. Kenapa demikian? Dari 98,77% atau 59,6 juta UMKM di republiki ini hanga memutar aset ekonomi 23-27%, hanya 5 ribu orang atau 0,11% memutar 77% aset ekonomi, dan indeks gini Indonesia saat ini 0,41. Adalah fakta nyata di negeri ini ada sebuah ketidakadilan (unfairness) yang sangat mendalam dan kesenjangan ekonomi yang semakin menganga. Untuk siapa ratusan apartemen, ribuan ritel modern, dan berbagai bangunan untuk mensupport smartcity Surabaya? Apakah untuk rakyat atau bagian dari perluasan karpet merah kongsi multinasional kapitalis asing?" tegas Ketua Umum DPP APKLI Dokter Ali yang didampingi Sekjen Agus Yusuf, Farida Victoria Ketua DWP APKLI Jatim dan Dhea Melanie Ketua DPD APKLI Surabaya dalam National Talkshow and Workshop bertajuk "Sejuta Berdaya menuju Surabaya Sejahtera" yang diselenggarakan HMI Cabang Surabaya di Gedung Bappeko Surabaya Sabtu 9/9/2017

 

Saya mengajak mahasiswa diseluruh tanah air khususnya anggota HMI untuk terpanggil menyelamatkan aset ekonomi dan kekayaan NKRI karena sudah lebih dari 80% sudah tidak dipangkuan Ibu Pertiwi lagi. Tata kelola bangsa dan negara kita mengalami kelumpuhan total. Apakah betul Walikota Surabaya Ibu Risma membangun smartcity Surabaya untuk rakyat Surabaya? Kenapa ribuan ritel tak berizin dibiarkan di Surabaya yang membunuh PKL dan ekonomi rakyat? Jadi negara kita sudah lumpuh total, sudah tidak ada lagi eksekutif, legislatif dan yudikatif yang berpihak kepada rakyat, bangsa dan negara. Lebih dari itu, instrumen kedaulatan bangsa dan negara kita sudah tidak ada. Sistem dan lembaga keuangan, sistem informasi dan komunikasi, dan conected transportation system dikuasai bangsa asing. Satu-satunya harapan untuk Indonesia saat ini adalah 59,6 juta UMKM dimana ada 42% atau 25 juta adalah PKL, tambah Dokter Ali Pria sahaja berkumis eksentrik asli Mojokerto Jawa Timur.

 

Kesalahan mendasar pengelola republik dan pengusaha Indonesia sejak Soekarno hingga Jokowi sebagai Presiden RI tidak pernah pernah berpikir bahwa wilayah teritorial ekonomi tidak boleh lepas kepada bangsa asing. Namun yang ada hari ini adalah hampir secara keseluruhan dikuasai kekuatan bangsa asing. APKLI mengajak segenap mahasiswa dan elemen kekuatan bangsa lain diseluruh Indonesia untuk percepat mewujudkan Revolusi Lahan Usaha dan Perumahan Kaki Lima Indonesia. Rakyat punya hak miliki tanah di negeri sendiri, juga punya hak miliki rumah sendiri yang dilindungi konstitusi, ujar Dokter Ali Presiden PKL Indonesia jebolan FK Unibraw dan FK UI.

 

Silahkan cek siapa penghuni ratusan apartemen di Surabaya? Hari ini ada kasus Meikartacity Cikarang Bekasi, ada 2,4 juta hunian apartemen di atas lahan 2.200 ha miliknya Lippo Group James Riyadi. Juga ada kasus Reklamasi Teluk Jakarta dengan 24 juta hunian, juga fakta-fakta lain kedaulatan bangsa dan negara kita sudah direnggut kembaki oleh kekuatan asing. Oleh karena itu saya ingatkan kembali kepada segenap anggota HMI dan KAHMI bahwa kelahiran HMI 5 Februari 1947 adalah untuk mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia. Untuk itu, Saya mengajak kader HMI dan KAHMI diseluruh tanah air kembali ke khittah 1947 bersama dan bersatu untuk percepat revolusi lahan usaha dan permuhaan kaki lima Indonesia sebagai starting point merebut kembali kedaulatan Indonesia. Jangan terus menerus terlena dengan kekuasaan dan rutinitas proyek belaka', pinta Ali Presiden PKL Indonesia yang memimpin Revolusi Kaki Lima Indonesia. (Sabtu, 09 September 2017)

Sun, 10 Sep 2017 @16:59
Tags: apkli


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 9+2+7

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

www.solorayanews.com
image

Solo Raya News

0816676507


Inspirasi Kebangkitan Rakyat
Tamu Kami

Kalender

SERBA SAPI MAS JOKO LEMBU
image

Jl. Penjalinan Godegan, Mojolegi, Teras

( Depan PT. Hanil Indonesia )

 

DAFTAR MENU

Tengkleng                  Rp. 15.000,-

Tongseng                   Rp. 15.000,-

Gule                              Rp. 10.000,-

Oseng Oseng Kikil     Rp. 10.000,-

Kare Bayam Sapi        Rp. 8.000,-

Oseng Boncis Daging  Rp. 8.000,-

Sop Iga                          Rp. 15.000,-

Sop Buntut                     Rp. 20.000,-

Copyright © 2018 · All Rights Reserved