Pelantikan APKLI Jateng: WAGUB Dukung Penuh Program APKLI

image
Wagub Jateng Drs. H. Heru Sudjatmoko, M.Si bersama Ketua Umum DPP APKLI dan Sekjend DPP APKLI beserta jajaran mengunjungi Lapak PKL. (DOKUMEN ISTIMEWA)


JAWA TENGAH: Pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Propinsi Jawa Tengah, berlangsung di Wisma Perdamaian Kota Semarang, Jawa Tengah, (Jumat, 19/01/2018) Ketua Umum DPP APKLI dr. Ali Mahsun, M. Biomed secara resmi melantik Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) DPW APKLI Jawa Tengah, yang di nahkodai oleh saudara Yan Muhtar Hanafi dan Mamat Rahmat, masing masing sebagai Ketua dan Sekretaris DPW APKLI Propinsi Jawa Tengah.

Hadir dalam acara Ketua Umum DPP APKLI dr. Ali Mahsun, M. Biomed, Sekjen DPP APKLI Agus Yusuf, Wasekjend dan Dep. OKK M. Yasin dan Suyanto, Wagub Jateng Drs. H. Heru Sudjatmoko, M.Si, Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono, POLDA JATENG, KODAM DIPONEGORO, BANK JATENG, JAMKRIDA JATENG, Jajaran Universitas Pandanaran Semarang, DPD APKLI kab/kota Se Jawa Tengah Dan Tokoh Masyarakat Jateng serta Ratusan PKL se Jawa Tengah.

 

Pada acara tersebut, dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama antara APKLI, Bank Jateng, Jamkrida Jateng. Ketua Umum DPP Asosiasi Pedagang Kali Lima Indonesia (APKLI) Ali Mahsun berharap proses peminjaman modal bagi para pedagang kaki lima dapat semakin mudah. Hal tersebut disampaikan Ali saat acara pelantikan pengurus DPW APKLI Jawa Tengah, di Wisma Perdamaian, pada Jumat (19/1/2018).

"Kami juga ingin melakukan penataan lahan, dan perlu diketahui bahwa anggta kami bukan hanya pedagang di trotoar melainkan juga di kawasan pasar tradisional, kawasan wisata, kawasan industri, juga warung kelontong dan penyuplai untuk pedagang pasar-pasar," kata Ali.

Ali menambahkan, di Jateng sendiri terdapat 4,8 juta PKL dan di tahun ini diharapkan 40 persen atau 1,9 juta di antaranya bisa mendapatkan kredit tanpa agunan. Ali menjamin, PKL yang melakukan pinjaman modal akan berada di bawah pengawasan APKLI sehingga pihak bank tidak perlu khawatir terkait kemungkinan adanya PKL yang 'nakal'.

"Saya senang sekali bisa bekerjasama dengan Bank Jateng, setelah pada 17 Januari lalu APKLI Banten juga menandatangani perjanjian serupa dengan Bank Banten. Syukurlah semua pihak menunjukkan apresiasi terhadap agenda besar APKLI," kata Ali.
"Untuk keseluruhan anggota kami, ada sekitar 25,1 juta dan itu tersebar di seluruh Indonesia. Sementara di jateng ini sekitar 20 persen sampai 30 persennya," jelasnya lagi.

Dalam sambutanya Wagub Drs. H. Heru Sudjatmoko, M.Si mendukung Penuh Program APKLI, yang memberikan dorongan moral kepada para PKL agar ke depan bisa semakin tergorganisir. Wagub juga mengatakan, melindungi dan memajukan kesejahteraan umum termasuk PKL termaktub dalam pembukaan UUD 1945.

"Jika ada istilah membangun bukan menggusur, maka terkait keberadan PKL ini mari kita fasilitasi" kata Wagub.

Menurut dia saat ini perhatian pemerintah kabupaten/ kota di Jateng terhadap keberadaan PKL ini sudah cukup baik dengan adanya penataan dan pemberian tempat yang layak bagi para PKL.

‘’Gejolak soal penataan PKL terutama di Jateng juga sudah tidak terdengar lagi. Ini antara lain adanya kepedulian pemerintah dalam hal penataan. Jadi, kotanya juga rapi, pedagang juga tetap mendapat tempat yang layak,’’ ujarnya.

Wakil Ketua DPRD propinsi Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono dalan sambutanya, berharap besar APKLI jateng bisa bersinergi dengan baik serta menjalin komunikasi dan kerjasama kepada Pemerintah eksekutif dan Legislatif.

Yan muhtar menjadi nahkoda organisasi APKLI jateng hingga tahun 2022 mendatang. Yan yang menggantikan Agus Yusuf yang kini menjadi sekjend DPP APKLI, menyampaikan tugas utamanya bersama DPW APKLI adalah menyatukan visi dan misi anggota.

Dikatakan, nilai transaksi yang dilakukan PKL se-Jawa Tengah yang jumlahnya mencapai 4,8 juta itu mencapai Rp 3 triliun per tahunnya. Transaksi para pelaku ekonomi mikro yang bernaung di bawah Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Jateng setiap tahun mencapai lebih dari Rp 4 triliun.

Transaksi tersebut dihasilkan oleh sekitar 4,8 juta warga di Jateng yang menjalankan usaha di sektor ini. ‘’Potensi apabila dikelola dengan baik, akan menjadi salah satu potensi ekonomi di Jateng,’’ ungkap Ketua DPW APKLI Jateng, Yan Muhtar Hanafi, dalam pelantikan pengurus DPW APKLI Jateng 2017-2022 di Wisma Perdamaian Semarang, Jumat (19/1).

Sat, 20 Jan 2018 @23:51
Tags: apkli


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

www.solorayanews.com
image

Solo Raya News

0816676507


Inspirasi Kebangkitan Rakyat
Tamu Kami

Kalender

SERBA SAPI MAS JOKO LEMBU
image

Jl. Penjalinan Godegan, Mojolegi, Teras

( Depan PT. Hanil Indonesia )

 

DAFTAR MENU

Tengkleng                  Rp. 15.000,-

Tongseng                   Rp. 15.000,-

Gule                              Rp. 10.000,-

Oseng Oseng Kikil     Rp. 10.000,-

Kare Bayam Sapi        Rp. 8.000,-

Oseng Boncis Daging  Rp. 8.000,-

Sop Iga                          Rp. 15.000,-

Sop Buntut                     Rp. 20.000,-

Copyright © 2018 · All Rights Reserved